Page 71 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 71
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
koh sebagai berikut; Frederick Winslow Taylor (1856–1915),
Henry Fayo (1851–1925), dan Robert Owen (1771–1858)
(Tanthowi, 1983 :16).
Manajemen banyak diartikan sebagai ilmu, kiat, dan pro-
fesi. Luther Gulick (dalam Fatah, 1996: 1) memandang ma-
najemen sebagai ilmu sebab manajemen dianggap sebagai
suatu bidang pengetahuan yang secara sistematika berusaha
memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama. Fol-
let mengatakan bahwa manajemen sebagai kiat, sebab mana-
jemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur
orang lain menjalankan tugasnya. Dipandang sebagai profesi,
sebab manajemen dilandasi oleh beberapa keahlian khusus un-
tuk mencapai prestasi manajer dan para manajer profesional
dituntun oleh kode etik.
Evolusi konsep, ide, dan pemikiran tentang manajemen
bermula pada abad 5.000 SM di Mesir. Pada masa itu, orang-
orang menggunakan catatan tertulis untuk perdagangan dan
pemerintahan. Pada 300 SM-300 M, masyarakat Roma me-
manfaatkan komunikasi efektif dan pengendalian terpusat
pada efektivitas dan efisiensi. Tahun 1500 Machiavelli mem-
buat pedoman pemanfaatan kekuasaan. 1976 Adam Smith
menyatakan bahwa pembagian kerja merupakan titik kunci
badan usaha. 1841-1925 Henry Fayol mengemukakan pen-
tingnya administrasi, Follet (1868-1933) dengan perilaku
dinamikanya, Mac Weber dengan birokrasinya, Elton Mayo,
Maslow, Mc.Gregor, dan Crys Argyris dengan studi perilaku-
nya (Fatah: 2).
Saat ini manajemen telah merambah ke seluruh lini orga-
nisasi dan lembaga, baik swasta, maupun pemerintahan. Su-
dah banyak organisasi dan lembaga yang telah berhasil sebagai
hasil kerja bersama dengan adanya manajemen. Kemudian,
muncul pertanyaan, siapa manajer dan pimpinannya.
69

