Page 122 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 122
Bab 7 Anatomi Fisiologi Sistem Pencernaan 105
3. Saliva memiliki efek antibakteri. Saliva mengandung lisozim yang
merupakan enzim yang dapat melisiskan bakteri dan dapat membuang
sumber makanan bakteri.
4. Saliva sebagai pelarut pada molekul makanan yang merangsang papil
pengecap.
5. Air liur membantu kita berbicara dengan mempermudah gerakan bibir
dan lidah. Contoh: kita sulit berbicara apabila mulut kita kering.
6. Saliva berperan dalam higiene mulut dengan membantu menjaga
kebersihan mulut dan gigi.
7. Penyangga bikarbonat di air liur menetralkan asam di makanan serta
asam yang dihasilkan oleh bakteri di mulut, sehingga membantu
mencegah karies (lubang) gigi.
Faring, merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan
kerongkongan, terbentang tegak lurus antara basis kranii setinggi vertebrae
servikalis VI. Faring dibentuk oleh jaringan yang kuat organ penting di
dalamnya adalah tonsil. Faring melanjutkan diri ke esofagus untuk pencernaan
makanan (Syaifuddin, 2016). Faring terdiri atas tiga bagian, nasofaring,
orofaring dan laringofaring. Nasofaring berperan penting dalam respirasi.
Orofaring dan laringofaring adalah saluran yang umum untuk sistem pernapasan
dan pencernaan. Makanan melewati rongga mulut ke faring kemudian ke
kerongkongan sampai kebawah secara terus menerus. Dinding faring dibangun
dari tiga lapisan jaringan. Lapisan membran (mukosa) adalah epitel skuamosa
berlapis dengan lapisan mulut di satu ujung dan dengan kerongkongan di ujung
lainnya. Lapisan tengah terdiri dari jaringan fibrosa yang menjadi lebih tipis ke
arah ujung bawah dan mengandung pembuluh darah dan getah bening serta
saraf. Lapisan luar terdiri dari sejumlah otot konstriktor involunter yang terlibat
dalam proses menelan. Ketika makanan mencapai faring, proses menelan di
bawah kendali neuromuskular involunter (Waugh and Grant, 2004).

