Page 198 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 198

dan dicari sebabnya. Pada beberapa organisasi, bawahan diminta untuk
                    membuat analisa sendiri atas hasil yang dicapainya. Langkah selanjutnya,
                    atasan dan bawahan membahas hasil kerja dan sekaligus mencari cara
                    untuk mengatasi hambatan pada masa berikutnya. Pada saat yang sama,
                    bawahan biasanya sudah menyiapkan sasaran kerja yang ingin dicapai
                    pada  periode  berikutnya.  Kemudian  atasan  membicarakan  hasil
                    penilaiannya dengan atasan yang lebih tinggi, lengkap dengan usulan atau
                    rencana yang akan dilakukan terhadap bawahannya.

                      Dari deskripsi diatas dapat dikatakan bahwa kesuksesan perusahaan
                    daerah  dalam  menerapkan  manajemen  kinerja  amat  ditentukan  oleh
                    kemampuannya  untuk  mengadopsi  model  manajemen  kinerja  yang
                    dikenal dengan sebutan manajemen berdasarkan sasaran (MBS). Sebab,
                    model  MBS  membuka  peluang  bagi  pihak  atasan  dan  bawahan  di
                    perusahaan daerah berkomunikasi dua arah untuk menganalisis kekuatan
                    diri, membuat rencana umum dan rencana tindakan dengan sasaran yang
                    jelas  dan  terukur.  Kemudian  hasil  penilaian  yang  dilengkapi  usulan
                    perbaikan  menjadi  basis  bagi  rencana  umum  dan  rencana  tindakan
                    periode berikutnya. Dengan kata lain melalui MBS perusahaan daerah
                    dapat meraih kinerja terbaik.

                      Tipe ini biasanya terdapat dalam sektor non bisnis, sebagai contohnya,
                    anggaplah  suatu  organisasi  dibuat  bersama  untuk  merencanakan
                    membangun suatu pusat kegiatan masyarakat. Struktur organisasi tersebut
                    akan tergambar dari berbagai titik perhatian dalam masyarakat tersebut,
                    seperti buruh, pejabat, pengusaha dan akademisi, dan akan berlaku sampai
                    pusat kegiatan tersebut menjadi kenyataan, sebelum ada ketentuan lain
                    yang akan diberlakukan kemudian.

















                                                   174
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203