Page 197 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 197

dikembangkan  karirnya  dan  dicalonkan  untuk  menduduki  jabatan-
                      jabatan yang strategis.


                    c.  Manajemen Kinerja Berorientasi Output

                      Manajemen kinerja yang berorientasi pada Output sering juga disebut
                    sebagai sistem manajemen kinerja yang berbasiskan pencapaian Sasaran
                    Kinerja  Individu  (SKI).  Sistem  ini  memfokuskan  pada  hasil  yang
                    diperoleh  atau  yang  dicapai  oleh  karyawan.  Ruky(2004)  menyebutkan
                    sebagai Result Oriented Performance Management By Objective (MBO).
                    Di Indonesia lebih dikenal dengan istilah MBS (Manajemen Berdasarkan
                    Sasaran).

                      Tak  dapat  dipungkiri,  program  manajemen  kinerja  benar-benar
                    memerlukan  komunikasi  dua  arah  dan  keterbukaan  antara  atasan  dan
                    bawahan.  Pada  satu  sisi,  para  atasan  secara  bersama-sama  meneliti
                    kembali  ruang  lingkup  tugas,  tanggung  jawab  dan  wewenang  para
                    bawahan. Kemudian atasan menyampaikan sasaran-sasaran perusahaan
                    dan sasaran yang menjadi tanggung jawabnya kepada para bawahan.

                      Pada  sisi  lain,  para  bawahan  juga  harus  menetapkan  sasaran  kerja
                    sendiri  yang  akan  mendukung  sasaran  perusahaan  dan  sasaran  atasan
                    dilengkapi  dengan  standar  prestasi  dan  tolak  ukur  keberhasilan  dalam
                    angka (Satuan), waktu penyelesaian dan spesifikasi lainnya. Bila sasaran
                    telah disetujui oleh atasan, maka bawahan menyusun rencana tindakan
                    (action plan) yang mencantumkan secara rinci langkah-langkah apa yang
                    akan diambil, siapa yang akan melakukan, kapan dimulai, kapan selesai
                    dan  berapa  biayanya.  Agar  sasaran  yang  telah  ditetapkan  tercapai,
                    pemantauan  terhadap  setiap  hasil  kegiatan  sebaiknya  dilakukan  secara
                    periodik  atau  bisa  juga  per  proyek.  Tujuan  pemantauan  ini  agar  bila
                    karyawan  perusahaan  daerah    mengalami  kesulitan/hambatan  dapat
                    segera dibantu.


                      Selain  itu  atasan  dan  bawahan  secara  formal  akan  bertemu  untuk
                    melakukan  pembicaraan  (konseling).  Baru  pada  akhir  kurun  waktu,
                    dilaksanakan penilaian prestasi kerja tahunan secara formal. Semua hasil
                    yang  dicapai  dicatat,  hambatan-hambatan  dan  kegagalan  diidentifikasi



                                                   173
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202