Page 230 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 230
1. Membangun Budaya Korporasi/Perusahaan
1.1. Pengertian
Istilah ‘budaya korporasi atau perusahaan’ sering kali dipakai secara
tumpang tindih dengan istilah ‘budaya organisasi’. Istilah tersebut merupakan
rangkaian dari dua kata yaitu ‘budaya’ dan ‘organisasi’ atau
‘korporasi/perusahaan’. Istilah ‘budaya’ diartikan sebagai sekumpulan
pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat, dan kapabilitas serta
kebiasaan yang diperoleh oleh seseorang sebagai anggota sebuah
perkumpulan atau komunitas tertentu.
Sementara menurut Max Weber, ‘Organisasi’ berarti suatu tata hubungan
sosial yang dihubungkan dan dibatasi aturan-aturan. Aturan ini sejauh
mungkin dapat memaksa seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan
berdasarkan fungsinya, baik dilakukan oleh pimpinan maupun oleh pegawai
administrasi lainnya. Dengan demikian, jelas Weber, suatu organisasi
mempunyai unsur-unsur sebagai berikut : 1) Tata Hubungan sosial yang
terstruktur. Dalam hal ini seorang individu melakukan proses interaksi dengan
sesamanya di dalam organisasi, baik antara pimpinan dan anggota maupun
antar anggota sendiri. Kerangka hubungan tersebut berstruktur, di dalamnya
berisi wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja untuk menjalankan
suatu fungsi tertentu. Adanya hirarki atau tingkatan mulai dari pimpinan
sampai pada bawahan atau staf. 2) Pembatasan-pembatasan tertentu. Setiap
anggota organisasi yang melakukan hubungan interaksi dengan yang lainnya
tidaklah didasarkan atas kemauan sendiri, akan tetapi mereka dibatasi oleh
peraturan tertentu.
Sementara istilah korporasi atau perusahaan merujuk organisasi yang
didirikan oleh seseorang atau kelompok orang atau badan lain yang
kegiatannya melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan
ekonomis manusia. Kegiatan produksi dan distribusi dilakukan dengan
menggabungkan berbagai faktor produksi, yaitu manusia, alam dan modal.
Dalam perkembangannya, pertama kali budaya organisasi/korporasi atau
perusahaan dikenal di Amerika dan Eropa pada Era 1970-an. Di Indonesia
‘budaya korporasi’ baru mulai dikenal sejak tahun 80-an saat sektor swasta
berkesempatan mengembangkan usaha di bidang non-migas. Semenjak itu,
206

