Page 234 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 234
1) membentuk perasaan identitas dan menambah komitmen organisasi;
2) alat pengorganisasian anggota/karyawan;
3) menguatkan nilai-nilai dalam organisasi; dan
4) mekanisme kontrol atas perilaku.
Sementara Robbins (1996:294) secara detail menggambarkan fungsi
budaya organisasi atau korporasi/perusahaan sebagai berikut :
a. Budaya menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dan
yang lain.
b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota
organisasi.
c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada suatu yang lebih
luas dari kepentingan diri individual seseorang.
d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan
organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk
dilakukan oleh karyawan.
e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang
memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.
1.3. Proses Pembentukan Budaya Korporasi/Perusahaan
Krisdarto dalam Intanghina (2008) menjelaskan bahwa organisasi atau
korporasi/perusahaan terbentuk karena beberapa faktor sebagai berikut :
1) Observed behavioral regularities when people interact yaitu bahasa
yang digunakan dalam organisasi, kebiasaan dan tradisi yang ada dan
ritual para karyawan dalam menghadapi berbagai macam situasi.
2) Group norms yaitu nilai dan standar baku dalam organisasi.
3) Exposed values yaitu nilai-nilai dan prinsip-prinsip organisasi yang
ingin dicapai, misalnya kualitas produk, dan sebagainya.
4) Formal Philosophy yaitu kebijakan prinsip ideologis yang mengarahkan
perilaku organisasi terhadap karyawan, pelanggan dan pemegang
saham.
5) Rules of the game yaitu aturan-aturan dalam perusahaan (the ropes), hal-
hal apa saja yang harus dipelajari oleh karyawan baru agar dapat
diterima di organisasi tersebut.
210

