Page 232 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 232

perusahaan’ sebagai suatu sistem nilai-nilai yang dirasakan maknanya oleh
               seluruh  orang  dalam  organisasi.  Selain  dipahami  seluruh  jajaran  meyakini
               sistem-sistem nilai tersebut sebagai landasan gerak organisasi.

                    Menurut  Wood,  Wallace,  Zeffane,  Schermerhorn,  Hunt,  Osborn
               (2001:391), ‘budaya korporasi’ adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang
               dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota
               organisasi itu sendiri. Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar
               (2001:263),  budaya  korporasi  adalah  cara-cara  berpikir,  berperasaan  dan
               bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang
               ada pada bagian-bagian organisasi.

                    Edgar Schein (1992:12) mengatakan budaya korporasi adalah pola dasar
               yang  diterima  oleh  korporasi  untuk  bertindak  dan  memecahkan  masalah,
               membentuk  karyawan  yang  mampu  beradaptasi  dengan  lingkungan  dan
               mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada
               anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara  yang benar dalam
               mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.

                    Cushway  dan  Lodge  (GE  :  2000)  mendefinisikan  budaya
               organisasi/perusahaan  sebagai  sistem  nilai  organisasi/perusahaan  yang
               mempengaruhi cara para karyawan bekerja dan berperilaku.


                    Djoko  Santoso  Moeljono  (2005)  dalam  bukunya  ‘Good  Corporate
               Culture’  sebagai  inti  dari  GCG  menyatakan  bahwa  sebelum  perusahaan
               menerapkan GCG sebaiknya perusahaan menerapkan terlebih dahulu nilai-
               nilai yang terkandung dalam corporate culture yang dianutnya. Mantan CEO
               Bank  BRI  tersebut,  juga  menyatakan  bahwa  GCG  dapat  berjalan  apabila
               individu-individu dalam perusahaan secara internal mempunyai sistem nilai
               (value  system)  yang  mendorong  mereka  untuk  menerima,  mendukung  dan
               melaksanakan  GCG.  Hal  tersebut  terbukti  dengan  keberhasilan  beberapa
               perusahaan  kelas  dunia  (world  class  company)  maupun  perusahaan
               multinasional dalam menerapkan GCG setelah terlebih dahulu menjalankan
               dengan  konsisten  budaya  perusahaan.  Perusahaan  yang  dapat  berkembang
               pesat  dalam  jangka  panjang  (sustainable  company),  ternyata  semuanya
               memiliki budaya perusahaan yang kuat. Andrew E.B. Tani, konsultan SDM
               ternama, dalam majalah Warta Ekonomi edisi 11 (9 Juni 2006), menyatakan
               bahwa budaya perusahaan adalah sumber kekuatan perusahaan. Perusahaan



                                                   208
   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237