Page 233 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 233

yang memiliki budaya perusahaan yang kuat akan mampu bertahan melewati
               sejumlah tantangan yang muncul dalam berbagai masa, misalnya Procter &
               Gambler (P&G), IBM, Nokia dan General Electric (GE).

                    Berikut ini beberapa falsafah yang dimiliki perusahaan kelas dunia yang
               dapat  dijadikan  contoh  (benchmark),  yaitu  P&G  terkenal  dengan
               falsafah“Business integrity, fair treatment for employees”, IBM dengan “IBM
               means  services”,  Nokia  lewat  “Connecting  peoples”,  dan  GE  dengan
               falsafahnya “Progress is our most important product”.

                    Sedangkan  Schein  H.E,  dalam  bukunya  Organizational  Culture  and
               Leadership  (2004)  mengemukakan  budaya  organisasi  memang  tak  mudah
               dikenali.  Namun,  kita  dapat  menangkap  nuansa  budaya  suatu
               organisasi/perusahaan  dengan  cara  memperhatikan  tingkatan  kebudayaan
               sebagaimana tampak dalam gambar berikut :















                               Gambar 6.1 : Tingkat-Tingkat Budaya Korporasi
                        Sumber : Schein H.E, Organizational Culture and Leadership, Hal. 26


               1.2. Fungsi Budaya Korporasi/Perusahaan

                    Pada     hakekatnya     budaya      korporasi/perusahaan     berfungsi
               mempertahankan       keberadaan     dan    meningkatkan      daya     saing
               organisasi/perusahaan. Dr. Djokosantoso Moeljono, merujuk ke (Nelson dan
               Quick 1997) menyebutkan bahwa budaya organisasi mempunyai empat fungsi
               dasar yaitu :







                                                   209
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238