Page 249 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 249
alamiah, maka apabila perusahaan ingin tumbuh dan berkembang maka
seyogyanya menggunakan cara-cara yang alamiah pula. Cara alamiah yang
dimaksud adalah nilai-nilai spiritualitas yang bersifat universal.
Konsep spiritual bisnis mempunyai tiga pedoman pokok dalam
memahami sebuah bisnis yakni ekosistem, komunitas dan transparansi. Di
dalam ekosistem tidak mengenal konsep kalah atau menang, hancur atau utuh
tetapi sistem yang berkelanjutan, saling melengkapi, tidak memangsa dan
bersama-sama memperindah dunia. Komunitas diartikan bahwa bisnis
bukanlah mesin pencetak profit semata, tetapi sebagai kumpulan dari aset dan
sumberdaya manusia. Transparansi berarti bahwa perusahaan harus dijalankan
tanpa rekayasa sehingga manajemen terlihat jelas dan fair yang bermuara pada
efisiensi dan efektivitas (Sule dan Mulyana, 2004).
Agung dalam Sule dan Mulyana (2004) menyampaikan bahwa nilai
spiritual bisnis dibangun atas tiga pilar yakni transcendental, transparansi dan
profesional. Transcendental berarti bahwa bisnis akan melewati hal yang
sudah lazim, bisnis bukan sekedar mencari uang, mengumpulkan aset dan
kelak go public akan tetapi juga melakukan aktivitas-aktivitas kemanusiaan.
Transparansi berarti bisnis memiliki nilai keterbukaan bukan rekayasa.
Profesional berarti bisnis harus mengedepankan kecakapan, integritas, jujur,
adaptif dan etis.
Dalam konteks Islam, etika Islam bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah
Nabi Muhammad. Etika kerja Islam memandang dedikasi dalam bekerja
adalah kebajikan. Usaha yang maksimal harus dilakukan seseorang dalam
bekerja karena hal ini merupakan kewajiban seorang individu yang mampu.
Etika kerja Islam Menekankan kerja kreatif sebagai sumber kebahagiaan dan
pencapaian. Kerja keras dipandang sebagai kebajikan dan barang siapa bekerja
keras maka akan berhasil dalam hidup dan sebaliknya, tidak bekerja keras
sebagai penyebab kegagalan dalam hidup (Ghozali, 2002). Makna kerja
sebagai ibadah diharapkan akan menghasilkan output yang merupakan
akumulasi dari ekspresi rasa syukur seluruh karyawan dari berbagai lini rela
mempersembahkan karya terbaiknya karena targetnya adalah mendapatkan
ridho Allah dimana output produk berkualitas serta meningkatnya pendapatan
perusahaan merupakan efek samping positif yang bisa disarankan oleh para
Stakeholder (Winarman, 2004).
225

