Page 48 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 48
sebelah Dudley , wajahnya ditutupi tangan. Sisa-sisa amplop terbakar jadi abu
dalam keheningan.
'Apa ini?' kata Paman Vernon dengan parau. 'Apa -- aku tidak -- Petunia?
Bibi Petunia tidak berkata apa-apa. Dudley sedang menatap ibunya dengan tolol,
mulutnya terbuka. Keheningan berpilin dengan mengerikan. Harry sedang
mengamati bibinya, benar-benar bingung, kepalanya berdenyut-denyut seperti
akan meledak.
'Petunia, sayang?' kata Paman Vernon takut-takut. 'P-Petunia?'
Bibinya mengangkat kepalanya. Dia masih gemetar. Dia menelan ludah.
'Anak itu -- anak itu harus tinggal, Vernon,' dia berkata dengan lemah.
'A-apa?'
'Dia tinggal,' katanya. Dia tidak memandang Harry. Dia berdiri lagi.
'Dia ... tapi Petunia ...'
'Kalau kita mengusirnya, para tetangga akan menggosipkan,' katanya. Dia telah
mendapatkan kembali gayanya yang biasa dingin dan tajam dengan cepat,
walaupun dia masih sangat pucat. 'Mereka akan menanyakan pertanyaan-
pertanyaan yang janggal, mereka pasti ingin tahu ke mana dia pergi. Kita harus
menahannya.'
Paman Vernon sedang mengempiskan badan seperti sebuah ban lama.
'Tapi Petunia, sayang --'
Bibi Petunia tidak mengacuhkannya. Dia berpaling kepada Harry.
'Kamu harus tinggal di kamarmu,' katanya. 'Kamu tidak boleh meninggalkan
rumah. Sekarang pergi tidur.'
Harry tidak bergerak.
'Dari siapa Howler tadi berasal?'
'Jangan tanya-tanya,' Bibi Petunia berkata tajam.

