Page 47 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 47

lembut demi kebaikan kami sendiri, berpikir kami bisa menekannya keluar dari
               dirimu, berpikir kami bisa membuatmu normal, tapi kami sudah busuk dari awal

               dan aku sudah muak -- burung hantu!'

               Burung hantu kelima meluncur turun dari cerobong asap demikian cepatnya ia
               sampai menghantam lantai sebelum meluncur ke udara lagi dengan pekik keras.

               Harry mengangkat tangannya untuk meraih surat, yang berada dalam amplop
               merah, tetapi burung itu menukik langsung melewati kepalanya, terbang lurus ke
               arah Bibi Petunia, yang mengeluarkan jeritan dan menunduk, lengannya
               menutupi wajah. Burung hantu itu menjatuhkan amplop merah itu ke kepalanya,
               berbalik, dan terbang lurus naik ke cerobong.


               Harry berlari cepat ke depan untuk memungut surat itu, tetapi Bibi Petunia
               mengalahkannya.


               'Bibi bisa membukanya kalau Bibi mau,' kata Harry, 'tapi bagaimanapun aku
               akan mendengar apa isinya. Itu sebuah Howler.'


               'Lepaskan benda itu, Petunia!' raung Paman Vernon. 'Jangan menyentuhnya,
               mungkin berbahaya!'


               'Dialamatkan kepadaku,' kata Bibi Petunia dengan suara bergetar. 'Dialamatkan
               kepadaku, Vernon, lihat! Mrs Petunia Dursley, Dapur, Nomor Empat, Privet
               Drive --'


               Dia bernapas cepat, ketakutan. Amplop merah itu sudah mulai berasap.

               'Bukalah!' Harry mendorongnya. 'Hadapi saja! Lagipula pasti terjadi.'


               'Jangan.'


               Tangan Bibi Petunia gemetaran. Dia melihat dengan sembarangan ke sekitar
               dapur seakan-akan sedang mencari jalan keluar, tapi terlambat -- amplop itu
               menyala. Bibi Petunia menjerit dan menjatuhkannya.


               Sebuah suara yang mengerikan memenuhi dapur, menggema di ruang tertutup
               itu, berasal dari surat yang sedang terbakar di atas meja.


               'Ingat yang terakhir dariku, Petunia.'


               Bibi Petunia terlihat seolah-olah dia akan pingsan. Dia terhenyak ke kursi di
               sebelah Dudley , wajahnya ditutupi tangan. Sisa-sisa amplop terbakar jadi abu
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52