Page 558 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 558

Area penerimaan tampak bersuasana pesta menyenangkan: bola-bola kristal

               yang menerangi St Mungo telah diberi warna merah dan emas sehingga menjadi
               bola hiasa Natal raksasa berkilauan; daun-daun holly bergantungan di setiap
               ambang pintul dan pohon-pohon Natal putih bersinar tertutup tetes air beku dan
               salju sihir berkilauan di setiap sudut, masing-masing diberi bintang emas berkilat
               di puncaknya. Tempat itu tidak begitu padat seperti kali terakhir mereka di sana,
               walaupun setengah jalan menyusuri ruangan itu Harry menemukan dirinya
               terdorong ke samping oleh seorang penyihir wanita dengan jeruk tersumbat di
               lubang hidungnya.


               'Percekcokan keluarga, eh?' penyihir wanita di belakang meja tersenyum
               menyeringai. 'Kau yang ketiga yang kutemui hari ini ... Kerusakan Akibat
               Mantera, lantai keempat.'


               Mereka menemukan Mr Weasley bersandar di tempat tidurnya dengan sisa-sisa
               makan malam kalkunnya di sebuah nampan di pangkuannya dan ekspresi yang
               agak malu-malu di wajahnya.


               'Semuanya baik-baik saja, Arthur?' tanya Mrs Weasley, setelah mereka semua
               memberi salam pada Mr Weasley dan menyerahkan hadiah-hadiah mereka.


               'Bai, baik,' kata Mr Weasley, sedikit terlalu bersungguh-sungguh. 'Kalian -- er --


               belum bertemu Penyembuh Smethwyck, bukan?'


               'Belum,' kata Mrs Weasley dengan curiga, 'Kenapa?'

               'Tidak apa-apa, tidak apa-apa,' kata Mr Weasley dengan ringan, sambil mulai

               membuka bungkusan tumpukan hadiahnya. 'Well, semua orang senang? Apa
               yang kalian semua dapatkan untuk Natal? Oh, Harry -- ini benar-benar
               menakjubkan!'


               Karena dia baru saja membuka hadiah Harry berupa kawat sekering dan obeng.

               Mrs Weasley tidak tampak benar-benar puas dengan jawaban Mr Weasley.
               Selagi suaminya mencondongkan badan untuk menjabat tangan Harry, dia

               mengintip perban di bawah baju tidurnya.

               'Arthur,'dia berkata, dengan nada tajam dalam suaranya seperti perangkap tikus,


               'perbanmu sudah diganti. Kenapa kau ganti perbanmu sehari lebih awal, Arthur?
   553   554   555   556   557   558   559   560   561   562   563