Page 561 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 561
'--satu-satunya penyembuhnya adalah dengan mengambil hati katak,
mengikatnya erat-erat di tenggorokanmu, berdiri telanjang saat bulan penuh di
dalam satu tong mata belut --'
'Aku tidak kena spattergroit!'
'Tapi noda-noda tak sedap dipandang di wajah Anda, tuan muda --'
'Itu bintik-bintik!' kata Ron marah besar. 'Sekarang kembali ke gambarmu dan
tinggalkan aku sendiri!'
Dia berpaling kepada yang lainnya, yang semuanya sedang bertekad memasang
muka biasa.
'Lantai berapa ini?'
'Kukira yang kelima,' kata Hermione.
'Bukan, yang keempat,' kata Harry, 'satu lagi --'
Tetapi selagi dia mendarat ke puncak tangga dia berhenti mendadak, sambil
menatap ke jendela kecil yang terdapat pada pintu ganda yang menandakan awal
sebuah koridor yang diberi tanda CEDERA AKIBAT MANTERA. Seorang
lelaki sedang mengintip kepada mereka semua dengan hidungnya tertekan pada
kaca. Dia memiliki rambut pirang bergelombang, mata biru cerah dan sebuah
senyum lebar yang hampa yang memperlihatkan gigi-gigi putih menyilaukan.
'Astaga!' kata Ron, juga menatap lelaki itu.
'Oh, Tuhan,' kata Hermione tiba-tiba, terdengar terengah-engah. 'Profesor
Lockhart!'
Bekas guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam mereka mendorong pintu-pintu itu
hingga terbuka dan bergerak ke arah mereka, mengenakan sebuah jubah longgar
panjang berwarna lila.
'Well, halo yang di sana!' dia berkata. 'Kurasa kalian akan mau tanda tanganku,
bukan?'
'Belum banyak berubah, bukan?' Harry bergumam kepada Ginny, yang
menyeringai.

