Page 901 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 901
bagian dari menjadi manusia --'
'KALAU BEGITU -- AKU -- TIDAK -- MAU -- JADI -- MANUSIA!' Harry
meraung, dan dia meraih instrumen perak halus dari meja berkaki kurus panjang
di sampingnya dan melemparkannya ke seberang ruangan, benda itu pecah
menjadi seratus kepingan kecil menghantam dinding. Beberapa lukisan
mengeluarkan jeritan marah dan ketakutan, dan potret Armando Dippet berkata,
'Yang benar!'
'AKU TIDAK PEDULI!' Harry menjerit kepada mereka, sambil menyambar
sebuah lunaskop dan melemparkannya ke dalam perapian. 'AKU SUDAH
MUAK, AKU SUDAH CUKUP MELIHAT, AKU MAU KELUAR,
AKU MAU ITU BERAKHIR, AKU TIDAK PEDULI LAGI --'
Dia meraih meja tepat instrumen perak itu berada tadi dan melemparkan itu juga.
Meja itu patah di atas lantai dan kaki-kakinya berguling ke arah yang berbeda-
beda.
'Kamu memang peduli,' kata Dumbledore. Dia tidak bergeming atau membuat
satu gerakanpun untuk menghentikan Harry menghancurkan kantornya.
Ekspresinya tenang, hampir tidak acuh. 'Kamu terlalu peduli sehingga kamu
merasa seolah-olah kamu akan berdarah hingga mati karena rasa sakitnya.'
'AKU -- TIDAK!' Harry menjerit, begitu kerasnya sehingga dia takut
tenggorokannya mungkin robek, dan selama sedetik dia ingin menyerang
Dumbledore dan mematahkannya juga; menghancurkan wajah tua yang tenang
itu, mengguncangnya, melukainya, membuatnya merasakan bagian kecil
kengerian di dalam dirinya sendiri.
'Oh, ya, kamu peduli,' kata Dumbledore, lebih tenang lagi. 'Kamu sekarang
sudah kehilangan ibumu, ayahmu, dan hal terdekat dengan orang tua yang
pernah kau kenal.
Tentu saja kamu peduli.'
'ANDA TIDAK TAHU BAGAIMANA PERASAANKU!' Harry meraung.
'ANDA
-- BERDIRI DI SANA -- ANDA --'

