Page 903 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 903
'Kamu akan mendengarkan,' kata Dumbledore dengan mantap. 'Karena kamu
belum semarah kepadaku seperti yang seharusnya. Kalau kamu menyerangku,
seperti yang kutahu hampir kau lakukan, aku akan sepenuhnya pantas
menerimanya.'
'Apa yang sedang Anda bicarakan --?'
'Karena kesalahankulah Sirius meninggal,' kata Dumbledore dengan jelas. 'Atau
seharusnya kukatakan, hampir seluruhnya salahku -- aku tidak akan begitu
arogan untuk mengklaim tanggung jawab atas keseluruhannya. Sirius adalah
lelaki yang berani, pintar dan enerjik, dan lelaki seperti ini biasanya tidak puas
duduk di rumah dalam persembunyian saat mereka percaya orang lain sedang
berada dalam bahaya.
Walaupun begitu, kamu seharusnya tidak pernah percaya sekejabpun bahwa
kamu perlu pergi ke Departemen Misteri malam ini. Kalau aku bersikap terbuka
kepadamu, Harry, seperti yang seharusnya kulakukan, kamu sudah akan tahu
sejak lama bahwa Voldemort mungkin mencoba memikatmu ke Departemen
Misteri, dan kamu tidak akan pernah tertipu untuk pergi ke sana malam ini. Dan
Sirius tidak akan pernah datang mengejarmu. Kesalahannya berada pada diriku,
dan pada diriku sendiri.'
Harry masih berdiri dengan tangan di kenop pintu tetapi tidak menyadarinya.
Dia sedang menatap Dumbledore, hampir tidak bernapas, mendengarkan namun
hampir tidak mengerti apa yang sedang didengarnya.
'Silakan duduk,' kata Dumbledore. Itu bukan perintah, melainkan permohonan.
Harry bimbang, lalu berjalan lambat-lambat menyeberangi ruangan yang
sekarang diceceri gigi-gigi perak dan potongan-potongan kayu, dan mengambil
tempat duduk yang menghadap meja tulis Dumbledore.
'Apakah saya harus memahami,' kata Phineas Nigellus lambat-lambat dari
samping kiri Harry, 'bahwa cucu buyut saya -- anggota keluarga Black yang
terakhir -- sudah mati?'
'Ya, Phineas,' kata Dumbledore.
'Aku tak percaya,' kata Phineas dengan kasar.
Harry memalingkan kepalanya tepat waktu untuk melihat Phineas bergegas

