Page 137 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 137

Keping 53


           kemudian menyimpannya di dalam tas Bodhi. Benda kecil itu
           akan menjadi asuransinya. Mata-matanya.







           Bunyi bel mengusik Reuben. “Kamu ada janji terima tamu?”
           tanyanya kepada Dimas yang sedang selonjoran membaca

           buku.
             Dimas tak bergerak dari posisi duduknya. “Paling-paling
           urusan RT.”
             “Apa-apaan RT datang malam-malam begini?”
             “Mungkin karena pengurus RT sini tahu kalau siang aku
           jarang ada di rumah,” jawab Dimas lagi.
             Reuben tak pernah suka menerima tamu kecuali orang-
           orang yang sudah lulus seleksinya, yang jumlahnya amat

           sedikit. Dengan langkah gontai Reuben berjalan ke depan dan
           membuka pintu.
             “Lho!” seru Reuben. Orang yang menunggu di pintu
           ternyata adalah segelintir manusia yang tak keberatan ia terima
           sebagai tamu.

             “Mas Reuben,” sapa Toni sambil mengangguk sopan, “sori
           malam-malam.”
             Reuben ingin protes dengan gelar “Mas” yang diucapkan
           Toni, tapi hal itu rasanya terlalu remeh dibandingkan
           kedatangan  Toni yang tak terduga.  “Kamu janjian sama
           Dimas?”



           122
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142