Page 136 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 136
IntelIgensI embun PagI
“Ibu pernah dengar kata ‘Sarvara’?”
Ada sekejap jeda sebelum Sati berbalik. “Belum pernah.
Apa itu?”
“Saya juga nggak tahu apa artinya. Tadi, di benteng batu itu,
saya dengar satu kata. ‘Sarvara’. Tepat sebelum saya terbangun.”
Sati menggumam panjang. “Menarik. Sarvara. Asko.
Bintang Jatuh.” Lembut, Sati menepuk bahu Bodhi. “Fokus
kita sekarang adalah kesembuhan Elektra dan kamu. Itu dulu.
Kita makan bersama, ya.”
Bodhi baru menghabiskan beberapa suap makan malamnya
ketika Sati pamit untuk pergi ke kamar. Dalam jendela waktu
singkat sebelum kepergiannya membuat Bodhi curiga, Sati
menyelinap ke ruangan tempat Bodhi meletakkan ransel dan
jaketnya.
Buku, pulpen, pensil, CD, dompet, rencengan kunci,
beberapa lembar baju dan bandana. Apa yang Sati cari tidak
ada.
Satu hal yang hampir sama berbahayanya dengan ingatan
Peretas adalah pecahan batu yang mereka bawa. Seorang
Peretas bahkan bisa memilikinya tanpa ia sadari.
Sati melepas kalung untaian merjan dari lehernya. Dengan
cekatan ia membuka kaitan talinya, mengambil satu biji batu,
121

