Page 140 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 140
IntelIgensI embun PagI
“Mas nggak bakalan nyangka. Supernova ternyata dipegang
oleh CEO perusahaan trading.”
“Jadi, Supernova itu dibikin oleh korporasi?” Reuben
hampir tersedak kopinya sendiri.
Toni menggeleng. “Nggak ada hubungan dengan
perusahaannya. Itu proyek pribadi. Siang hari dia CEO,
malamnya jadi Supernova. Sudah kayak Batman,” lanjut Toni.
“Namanya Ferre Pratama.”
“Faraday!” seru Reuben.
“Bukan, Mas. Ferre Pratama.”
“It’s just one of his ‘F’ words. Lama-lama biasa, Ton,” sela
Dimas.
“Aku tahu Ferre! Kami berdua kenal dia!” Reuben menoleh
ke arah Dimas. “Karakter kita… Kesatria….” Reuben tak
sanggup melanjutkan.
“Tujuan Ferre mengontakmu apa, Ton?” tanya Dimas.
“Katanya, Ferre pernah dapat pesan, orang pertama
yang berhasil menjebol Supernova harus dia kontrak
untuk membangun firewall yang baru. Orang itu aku.
Ferre menawarkan honor fantastis. Gila kalau ada yang
nolak. Aku terimalah tawarannya. Aku bikinkan dia sistem
pengamanan yang paling canggih yang aku bisa. Ferre baru
mulai menjalankan newsletter Supernova setelah pekerjaanku
selesai.”
“Sebentar,” sela Reuben, “Ferre mendapat pesan? Dari
siapa?”
125

