Page 141 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 141

Keping 54


             “Ferre bukan yang bikin Supernova. Itu sistem warisan.

           Dia cuma meneruskan. Orang yang bikin Supernova pertama
           kalilah yang kasih instruksi itu ke dia.”
             Reuben dan Dimas saling berpandangan. “Bintang Jatuh?”
           desis Dimas.

             Meski dibunyikan dengan lirih, Toni menangkap dua kata
           yang disebut Dimas dengan jelas. Air mukanya berubah pias.
           Terlalu drastis untuk tidak disadari.
             “Kamu kenapa, Ton?” tanya Reuben.
             Toni menggeleng sambil memaksakan senyum.  “Kalau
           memungkinkan, aku pengin ketemu sama yang namanya Gio.”

             “Kami ingin ketemu Ferre. Bisa kamu atur?” balas Reuben.
             “Aku coba.”
             Reuben  mencondongkan  badan,  berbicara  dengan
           sungguh-sungguh  seperti seorang pelatih menginstruksikan

           tim sebelum tanding.  “Dimas, besok undang Gio kemari.
           Toni, dipastikan kamu nginap di sini.”







           Deru pendingin ruangan, seprai yang sejuk di kulit, dan
           penerangan yang sudah diremangkan tidak lantas membuat
           Alfa terlelap. Matanya segar dan terjaga. Membelalak
           memandangi tembok berlapis kertas dinding.

             “Kell,” panggilnya.



           126
   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146