Page 146 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 146

KEPING 55




                      Dunia yang Berbeda












                     engan penuh perhatian Gio mengikis sekotak kecil
                     mentega, mengoleskannya di sehelai roti gandum
           Dbertabur kismis dan cacahan kenari yang belum

           lama diangkat ibunya dari mesin pembuat roti. Sekejap,
           mentega di ujung spatula itu meleleh terkena permukaan roti
           yang masih hangat.
              “Mama masih bikin roti setiap hari?” tanya Gio kepada

           ibunya yang datang dari dapur membawa poci teh tanah liat
           dan sestoples kecil gula batu.
              “Masih,” jawab Jia dengan bangga. Berasal dari keluarga
           Tionghoa dengan bisnis boga turun-temurun, Jia tak mungkin
           berpisah dari ragi dan terigu.

              “Kalau aku lagi nggak di sini, Mama cuma berdua dengan
           Papa. Memangnya sehari bisa habis segitu banyak roti?”
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151