Page 24 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 24
IntelIgensI embun PagI
Chaska memarkir mobil itu di tepi sebuah perkampungan, tak
jauh dari Qantus Raccay.
Titik-titik lampu yang menyorot dari jendela rumah
di perkampungan kelihatan membias dan melebar dari
pandangan Gio yang kabur sejak serangan sakit kepala di atas
bukit. Ia turun dari jip putih itu dengan mata pecak.
Luca, dengan langkah ringan sambil sesekali memutar
suling bambunya, berjalan seolah tidak ditemani rombongan.
Sekejap ia menghilang ditelan setapak gelap.
Chaska membuka laci dasbor dan meraih sebuah senter.
“Kamu bawa?”
Sigap, Gio membongkar ranselnya. Senter selalu ada dalam
daftar bawaan tetapnya. “Ke mana kita, Mama?”
“Ada pondok di dalam situ.” Chaska menunjuk ke arah
setapak. “Seorang Umbra sudah menyiapkannya untuk kita
malam ini.”
“Ada berapa sebenarnya para Umbra ini?” Gio tak bisa
menutupi nada cemooh yang membayangi pertanyaannya.
Chaska tampak tidak terpengaruh. “Terlalu sedikit, Chawpi
Tuta,” jawabnya. “Yang aku tahu, orang-orang seperti kami
tersebar di seluruh dunia. Aku tidak pernah bertemu dengan
yang lainnya selain yang kukenal di Peru dan Bolivia. Seperti
kubilang tadi, ini rahasia lisan yang dijaga turun-temurun.
9

