Page 248 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 248

IntelIgensI embun PagI

              “Kalau tahu-tahu harus ke Bandung, kabari ya. Kapan pun
           mau mampir, bisa. Nginap juga boleh.” Toni memberikannya

           sebuah kartu nama. “Di belakang ada nomor HP saya.”
              Gio tidak bisa membayangkan kejadian apa yang
           mengharuskannya tahu-tahu ke Bandung. Bagaimanapun,
           tawaran Toni terasa tulus. “Thanks,” ucapnya.
              Sekilas Gio membaca kartu nama pemberian Toni. Tidak

           tertera nama  “Mpret” atau  “Toni”. Bukan juga nama hotel
           meski  Toni menawarkan menginap. Entah apa itu. Hanya
           sebaris tulisan ELEKTRA POP dilengkapi alamat dan nomor
           telepon. Dugaan yang muncul di benaknya adalah seputar toko
           elektronik atau kelab malam, walau dengan melihat profil Toni,
           ia condong ke pilihan pertama. Di bagian belakang, nomor
           ponsel Toni ditulis dengan tangan. Toni seakan memastikan
           bahwa dirinya benar-benar bisa dihubungi.

              “Pulang ke Bandung langsung?” tanya Gio.
              “Ya. Bisnis nggak bisa ditinggal lama-lama.”
              “Bisnis apa?”
              “Bisnis pergaulan,” jawab Dimas duluan.  “Keponakanku
           ini anak paling gaul se-Bandung. Ngakunya buka warnet.

           Padahal, kerjaan dia cuma gaul sama nge-hack orang.”
              “Sounds fun.” Gio tersenyum.
              “Plus, jadi pegawai Supernova. Kita masing-masing punya
           profesi sampingan rahasia, kan?” kata Toni.
              Tatapan Toni mendarat kepada Gio. Sejenak membuat Gio
           curiga kalau ucapan barusan khusus ditujukan Toni kepadanya.



                                                                 233
   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253