Page 251 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 251

Keping 62


           “‘As—asinan’… apa itu ‘asinan’? Sebentar.” Tak lama, ponsel
           itu berbunyi lagi. “Campuran sayur, buah, kuah asam pedas.
           Oke. Aku juga suka itu.”

             Alfa,  yang sedari tadi  cuma menerawang dengan kepala
           bersandar ke tepi jendela, akhirnya tak tahan lagi.  “Lagi
           ngapain, sih?”
             “Aku mengecek makanan apa saja yang terkenal di Bogor.”
             “You what?”
             “Oh, sori. Kamu perlu pakai ponselmu?”
             “Kita terusir dari perimeter—apa pun itu—dan kamu
           malah mikir mau makan apa di Bogor?”
             “Makanan itu urusan logistik. Penting.”

             “Kamu memakai jaringan canggihmu itu untuk info
           kuliner?” Alfa masih tak percaya.
             “Pada dasarnya, kita bisa minta info apa saja. Info mortal
           untuk kebutuhan mortal. Kita butuh makan, kan?”
             “Berikutnya yang dia bakal cari adalah bar yang jual bir
           Irlandia,” celetuk Bodhi dengan mata terpejam.
             “You know me so well, Bro.”  Kell langsung mengetikkan
           sesuatu di ponsel Alfa.
             “Seriously. Berapa lama, sih, kalian bareng dulu?” tanya Alfa
           kepada Bodhi.
             “Terlalu lama,” gumam Bodhi. Ia menoleh ke arah Alfa.
           Sejak  tadi,  Bodhi  menunggu-nunggu  kesempatan  untuk

           bertanya. “Kamu sudah baikan?”
             “Lumayan. Sakitnya sudah hilang. Shock-nya yang masih
           sisa.”


           236
   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255   256