Page 243 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 243
Keping 61
cukup besar yang bisa meninggalkan bekas luka semacam itu.
Pemandangan itu membuatnya tergagap. Sejenak, tangan Re
mampir ke pelipis untuk meredakan pening yang tiba-tiba
hadir. “Eh, sekali lagi, kalau ada kabar, apa pun....”
“Pasti. Makasih, Re.” Gio meneruskan langkahnya ke
pintu. Ia sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan dari orang
di balik Supernova. Sesuatu yang tidak terucap. Sesuatu yang
sudah lama ia tunggu.
Meski menyakitkan, kepastian yang hadir saat itu bagai
terbit matahari yang memupuskan arakan kabut yang
mengepungnya selama ini. Gio keluar dari ruangan itu
membawa pulang kelegaan yang sudah terlalu lama absen dari
hatinya.
228

