Page 247 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 247

Keping 62


             “Makanya,” Liong mengetukkan jari di pelipis, “monitor
           terus, dong. Transmiter jaringan paling canggih pun nggak ada

           gunanya kalau penerimanya tumpul.”
             “Well, unlike you, I have a life, Liong.”
             Liong mendengus sinis.  “Sungguh disayangkan. Bukan
           Kalden yang bertugas di sini.”
             “Dia terlalu sibuk menumbuhkan daun dari kepalanya di

           Himalaya sana,” balas Kell.
             “Guys, can we just go?” gumam Alfa. Terdengar bunyi yang ia
           kenal. Dengan tangan masih gemetar, Alfa memencet tombol
           di ponselnya untuk membaca pesan yang masuk. Matanya
           yang dari tadi menggantung seketika membundar. “Bogor?”
           bisiknya.
             “Ambil barang-barang kalian, tinggalkan yang besar-
           besar, bawa secukupnya saja,” ujar Liong. “Gelombang harus

           dipulihkan. Fisik dia terlalu lemah.” Liong kemudian membalik
           badan sambil mengibaskan tangan seperti menghalau kawanan
           nyamuk. “Pergi sekarang.”







           Empat pria itu kembali berdiri di lobi gedung. Kali ini untuk
           berpisah.
             “Nggak kepikir main ke Bandung?” tanya Toni kepada Gio.
             “Belum,” jawab Gio. Sikap Toni jauh mencair dibandingkan
           sebelum pertemuan mereka dengan Re.



           232
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252