Page 252 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 252

IntelIgensI embun PagI

              “Kata Guru Liong, Antarabhava terhubung denganmu.
           Jadi, kamu lihat kejadiannya? Bagaimana Antarabhava
           hancur?” tanya Bodhi.

              “Dibakar, Bodhi.” Alfa tersenyum masam. “Aku lihat api
           dan merasakan api.”
              “Bagaimana bisa Elektra membakar Antarabhava?”
              “Di tempat seperti Antarabhava dan Asko, kalian nggak
           butuh alat apa-apa. Pikiranmu akan memanifestasikan apa pun
           yang kalian mau. Elektra cukup membakar dengan niatnya.
           Dia bahkan bisa menciptakan hujan meteor kalau mau,” sahut
           Kell.
              “Rasanya kayak dipanggang dari dalam. Aku pingsan gara-

           gara nggak kuat sakitnya.” Alfa menghela napas.
              Bodhi tercenung. Ini tidak adil.
              “Apa pun yang terjadi di kandi bakal dirasakan Alfa di level
           fisik. Peretas Mimpi dan rasa sakit adalah dua hal yang nggak
           bakal terpisahkan. Sudah konsekuensi,” sahut Kell seolah
           membaca pikiran Bodhi.
              “Serangan seperti tadi nggak bisa dilawan? Disetop? Kita
           cuma bisa pasrah?” kata Bodhi. Terdengar kekesalan dalam
           suaranya.
              “Ini memang pahit kuakui.” Kell berhenti memainkan
           ponsel.  “Bakal lain jadinya kalau saja tadi Kalden yang
           menemani Alfa.”

              “Sial,” desis Alfa.
              “Kemampuan dan spesialisasi kami beda-beda. Sarvara
           juga begitu,” Kell cepat menyahut, “kalian juga, kan?”


                                                                 237
   247   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257