Page 283 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 283

Keping 64


             “Gantengnya  ingat,  bajunya  ingat,  tapi  namanya  nggak

           ingat? Irma, Irma.” Re mempertahankan muka lempeng. Irma
           sudah cukup lama bekerja bersamanya untuk Re bisa tega
           sesekali mengerjai sekretarisnya tanpa merasa bersalah.
             “Saya catat kok, Pak.”

             “Nomor teleponnya?”
             “Itu pasti.” Irma mengangguk mantap.
             “Nomor telepon baru gesit.” Re nyaris tidak bisa menahan
           senyum. Cepat, ia masuk ke ruangannya, meninggalkan Irma
           yang tersipu.
             Pandangan Re langsung terkunci pada ransel biru muda

           yang teronggok di dekat meja kerjanya. Re mengecek benda
           asing itu hanya untuk mematung beberapa saat kemudian.
           Beberapa baris pesan di selembar kertas yang dibubuhi tanda
           tangan Gio menjelaskan apa dan mengapa benda itu hadir.

             Bahkan, sebelum membaca isi surat Gio, Re sudah tahu
           ia berhadapan dengan barang-barang milik siapa. Ada wangi
           yang khas merebak dari beberapa helai baju yang tertinggal
           di dalam ransel itu, wangi yang ia kenal dan ia rindukan.
           Re mengambil sehelai bandana jingga yang terselip di

           antara lipatan baju-baju, membekapkannya ke hidung dan
           menghirupnya dalam-dalam. Kelopak matanya menghangat.
             Saat kedua mata Re membuka, pandangannya memburam
           oleh genangan air yang membubung di pelupuk. Secampur
           perasaan menyeruak di hatinya. Kombinasi yang tidak ia




           268
   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288