Page 334 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 334

IntelIgensI embun PagI

              “Andai saja ada istilah yang lebih baik,” gumam Toni.
              “Ton, kamu sehat, kan?” Dimas langsung menepuk-nepuk

           bahu keponakannya.
              “Mas kira aku mabuk? Ngobat? Aku sadar sesadar-sadarnya,
           Mas,” balas Toni. “Mereka datang dari peradaban lain, jauh
           lebih maju daripada kita. Mereka nggak pakai piring terbang.
           Mereka nggak hijau atau abu-abu. Mereka persis sama dengan

           kita. Kalian lihat mereka di jalan dan nggak bakal tahu bedanya
           apa. Apa istilah makhluk kayak begitu? Aku juga nggak ngerti.
           Tapi, mereka ada.”
              “Fahrenheit!”  Reuben  menggeram  sambil  menggigit
           punggung tangannya. “HEB? Highly Evolved Being?”
              Toni mengangkat bahu. “Mereka kayaknya nggak peduli
           mau dikategorikan apa. Pokoknya, mereka disebut Infiltran.
           Atau para Pembebas.”

              “Kayak apa orangnya?” tanya Dimas.
              “Aku cuma kenal satu. Kalau dari fisiknya doang, kayak
           anak baru lulus SMP.  Tapi, informasi yang dia punya….”
           Toni menghela napas panjang.  “Dia tahu semua tentang
           aku. Kupikir dia intel, hacker kelas kakap, atau paling nggak

           orang gila yang beruntung. Dia tahu detail-detail yang nggak
           pernah kubongkar ke siapa pun, dari mulai urusan pekerjaan
           sampai kehidupan pribadi. Dia bisa tahu masa lalu dan bisa
           mengalkulasi masa depan. Dia sudah tahu cuma aku yang bakal
           bisa  hack  Supernova. Dia sudah tahu bakal ada vakum dua
           minggu. Dia tahu bakal ada orang yang namanya Elektra yang



                                                                 319
   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338   339