Page 330 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 330

IntelIgensI embun PagI

           Mendengar deru mobil memasuki garasi, Jia langsung
           melompat dari dapur. Topik hangat ini menjadi pembicaraannya

           dengan Antonio sepanjang makan malam kemarin. Terlepas
           dari  rasa  ingin tahu  dan kegembiraannya yang meluap, Jia
           mencamkan kepada dirinya sendiri untuk sehati-hati mungkin
           bertanya kepada Gio.
                           20
              “Ola, bom dia,”  sapa Jia yang duduk manis di meja makan
           seolah-olah ia sudah duduk lama di sana.
              “Bom dia, Mama.”
              “Kamu nggak pulang semalam,” lanjut Jia. Ia merasakan
           pipinya menghangat, susah payah menahan bibir yang rasanya
           ingin terus menyunggingkan senyum.
              “Sebentar, Ma. Aku harus bongkar tas di kamar.”
              Di luar harapannya, Gio tampak kalut dan lelah. Jia mulai
           curiga. “Kamu nggak apa-apa?”

                         21
              “Estou bem,”  jawab Gio pendek.
              “Bagaimana semalam?”
              “Oke.”
              “Dia suka mawarnya?”
              “Suka.”

              Jia mengikuti Gio ke kamar. “Ada masalah?”
              “Nggak ada masalah, Ma.” Gio fokus pada ransel besar
           yang ia bawa dari Peru, membongkar kantong tempat ia
           menyimpan  bungkusan  kain  dari  Amaru.  Apa yang ia  cari

           20   Halo, selamat pagi (bahasa Portugis).
           21   Saya baik-baik saja (bahasa Portugis).


                                                                 315
   325   326   327   328   329   330   331   332   333   334   335