Page 333 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 333

Keping 68


           Tiga pasang mata terkunci pada satu objek yang sama. Dirinya.
           Rasanya  Toni butuh tendangan ekstra untuk bercerita.

           Sejenak, Toni menyesap kopi yang disuguhkan Reuben. “Dua
           tahun yang lalu, nggak lama setelah aku menjebol Supernova,
           ada orang yang mengontakku duluan. Sebelum Mas Re.
           Hitungannya menit, Mas. Kayak orang itu sudah nunggu. Dia
           bilang, dia bagian dari jaringan yang namanya Infiltran.”

             Ingatan Re terpicu ke momen perpisahannya dengan Gio
           kemarin. Ia yakin telah mendengar istilah yang sama.
             “Apa itu? Pemerintahan bayangan? Badan intelijen?
           Organisasi bawah tanah? Ordo rahasia? Freemasons?
           Illuminati?” cecar Reuben.
             “Mas Reuben nggak bakalan percaya.”
             “Oh, ya? Kamu sudah lihat koleksi bukuku? Bisa jadi akulah
           orang berpemikiran paling terbuka yang pernah kamu kenal,

           Ton. Try me.”
             “Peradaban lain,” kata  Toni berkumur, seolah enggan
           mengucapkannya. Ketiga lawan bicaranya tidak bereaksi.
             “Dimensi lain,” Toni menambahkan.
             Reuben berdeham. “Oke. Hantu dan sebangsanya bukan

           keahlianku, tapi aku terbuka untuk menjajaki.”
             “Bukan, Mas,”  Toni mengeluh sambil mengacak-acak
           rambutnya sendiri. “Apa, ya? Apa istilah yang kira-kira…?”
             Intuisi Reuben membisikkan satu terminologi yang ia pun
           enggan  mengucapkannya.  “Alien?” Reuben mengatakannya
           hati-hati.



           318
   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338