Page 337 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 337
Keping 68
ada yang di derajat dua, derajat tiga, dan seterusnya. Gio
seharusnya nggak bersinggungan denganku. Tidak secara
langsung seperti yang terjadi sekarang. Pertemuan Gio dan
bagaimana itu balik mengaitkanku kepada kalian, nggak
pernah ada di suplai informasiku selama ini,” kata Toni.
“Jadi, Gio adalah Peretas.” Re mengeja untuk dirinya
sendiri.
“Dengan nama kode Kabut,” Toni menambahkan.
“Dan, Diva….”
“Peretas dengan nama kode Bintang Jatuh.” Toni
mengangguk. “Plus, ada beberapa orang lain yang kutahu.”
“Fosil,” desis Reuben. “Apa sebenarnya misi Peretas itu?”
“Kontakku nggak pernah bicara detail soal itu. Yang aku
tahu, Peretas tersebar di seluruh dunia, mengikuti jadwal dan
rencana khusus yang mereka rencanakan dari sebelum mereka
lahir,” sahut Toni. “Satu faktor yang paling dipedulikan oleh
Infiltran adalah magnet Bumi. Itu tolok ukur mereka untuk
segala hal.”
“Kesadaran,” celetuk Re. “Diva bolak-balik bicara soal
kesadaran. Frekuensi kesadaran dan evolusi kesadaran.”
Reuben berteriak, mengagetkan semua. “Otakku gatal!
Gatal! Aku harus bongkar perpustakaan!”
Tanpa menghiraukan Reuben yang pergi ke area
perpustakaan dan kalap menariki buku-buku dari rak, Dimas
meneruskan tanyajawabnya dengan Toni. “Sarvara. Seperti apa
bentuknya mereka?”
322

