Page 342 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 342

IntelIgensI embun PagI

              “Salam buat Atam, ya.” Akhirnya, Elektra menyerah,

           menyudahi sambungan teleponnya. Momen kemarin
           bersama Sati dan Simon mencerahkannya akan banyak hal.
           Salah satunya tentang makna keluarga. Sebagai satu-satunya
           anggota keluarga dekat yang tersisa, Elektra sempat menyesali

           ketidakdekatannya dengan Watti selama ini.
              Penyesalan itu ternyata cukup sepanjang perjalanan
           dari rumah Sati saja. Lima menit bertelepon dengan Watti
           menyadarkannya kembali mengapa mereka berdua ditakdirkan
           bagai minyak dan air.
              Baru sebentar gagang itu kembali ke tempatnya, telepon

           Elektra sudah berdering lagi.
              “Kenapa? Kepencet?” tanya Elektra ketus begitu mendengar
           sapa “halo” Watti di ujung telepon.
              “Tra, mau nanya.” Suara kakaknya terdengar ragu.

              “Apaan?”
              “Di surga, kamu ketemu Tuhan yang mana?”
              Senyum mengembang tanpa bisa ditahan di wajah Elektra.
           Kini ia tahu mengapa  Watti ditakdirkan ada di dalam
           hidupnya walaupun mereka bertolak kutub.  Watti memang

           tercipta untuk menjadi hiburan abadinya. Detik itu, segala
           dalam hidupnya terasa sempurna.










                                                                 327
   337   338   339   340   341   342   343   344   345   346   347