Page 39 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 39
Keping 46
Matanya mengerjap, menemukan wajah Chaska menaungi.
Gio mengedarkan pandangan. Luca dan Ozcar masih duduk
di tempat yang sama dan asap tembakau masih mengepul dari
pipa Luca. Perlahan, Gio bangkit duduk. Perutnya ringan.
Tidak ada mual tersisa. Pendaran pola geometris itu sudah
tidak ada. Warna-warni hutan itu sudah hilang.
“Jam berapa sekarang?” Pertanyaan Gio yang pertama.
“Tengah malam,” jawab Chaska lembut.
“Enjoy your Dimethyltryptamine ride?” tanya Luca sambil
menggeser duduknya, mendekati Gio.
“What…?”
“DMT. Some called it The Spirit Molecule. Senyawa yang
sama membanjiri otak manusia saat kalian mati. Ramuan
seperti Ayahuasca bisa mewujudkannya sebelum saat itu tiba.
Fun, wasn’t it?”
“Kamu bertemu Madre Aya?” tanya Chaska. “Apa yang dia
bilang? Kamu sudah mengerti apa tugasmu?”
Gio tidak menjawab. Matanya terus bercilap-cilap.
“Dia masih mencernanya, Chaska,” cetus Luca. “Ibarat
orang puasa dan tahu-tahu menelan kentang sekarung.”
“Clavis,” kata Gio sekonyong-konyong, “Madre Aya
menyebut nama tengahku. Baru sekarang aku mengerti.”
“Nama itu tidak diberikan orangtuamu dengan
sembarangan. Sebelum perjalananmu dimulai, kamu
membisiki mereka, menitipkan sepotong nama yang
24

