Page 392 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 392

IntelIgensI embun PagI

              “Pak Simon bisa menembus isi kepala saya. Ngapain harus

           transaksi?” tanya Zarah, dingin.
              “Kalau memang segampang itu, kamu pikir kenapa sampai
           hari ini kami masih harus kucing-kucingan dengan kalian
           dan Infiltran?” balas Simon. “Memang, di dimensi fisik yang

           kelihatan oleh matamu, tidak ada yang tidak bisa kami tembus
           dan manipulasi. Tapi, ini bukan dimensi satu-satunya. Akses
           dari satu dimensi ke dimensi lain ditentukan oleh rentang
           frekuensi. Peretas punya kemampuan mengakses frekuensi
           lain. Akses itu unik seperti sidik jari. Portal di Bukit Jambul
           hanya mau berinteraksi denganmu. Bisa kamu buka-tutup

           macam brankas pribadi.”
              Zarah menelan ludah.  “Kalau portal itu hancur, apa
           akibatnya ke Bukit Jambul?”
              Simon mengedikkan bahu.  “Orang-orang kampungmu

           akan merasakan perubahan. Bukit itu tidak lagi menyeramkan.
           Mereka akan mulai berani masuk. Dua-tiga tahun lagi, orang
           mulai berladang di sana. Seperti tempat-tempat bekas portal
           lainnya, Bukit Jambul akan berasimilasi dengan zaman.”
              Zarah pun terdiam. Berhitung dengan segala keterbatasan

           informasi. Mengais intuisi.
              Simon menatap Zarah lekat-lekat. “Kamu khawatir dengan
           nasib pohon-pohon besar itu? Lebih daripada nasib ayahmu
           sendiri?”

              “Kapan bisa kita mulai?” kata Zarah pelan.



                                                                 377
   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397