Page 389 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 389
Keping 72
domino entropi Bumi. Dan, ternyata, mainan kuno pendahulu
kami bisa menjadi solusi. Itulah titik perpecahan kami dengan
Infiltran.” Beberapa detik dalam genggamannya, teh di dalam
cangkir itu kembali mengepul, menguarkan wangi bergamot.
“Sekarang, apa bisa kamu menyalahkan kami memburu para
Peretas? Kalian mengira sedang berbuat kebaikan dengan
melepaskan manusia dari samsara, mengatrol kesadaran mereka
atas nama evolusi, padahal kisi kamilah yang menciptakan
stabilitas.” Nada Simon meninggi. “Kami yang menjamin
keberlangsungan hidup dalam dimensi ini.”
“Tapi… ini bukan hidup.” Zarah menyeka ujung matanya,
menatap Simon dengan nyalang. “Ini ilusi. Ini mimpi dalam
kematian.”
Simon terdiam. Garis wajahnya mengeras.
“Bagaimana mungkin Bapak tega membiarkan penjara
seperti ini?”
“Untuk tujuan lebih besar! Menyelamatkan lebih banyak
kehidupan!” bentak Simon seraya mengentakkan tongkatnya
ke lantai. “Saya pikir kamu akan mengerti, Zarah. Saya pikir
Firas bakal mengerti. Ternyata, kalian semua memang sama!
Kalian terprogram untuk buta!”
“Sudah kubilang, habisi saja,” celetuk Togu. “Kau ini. Selalu
kau kira mereka bisa….”
“Dia sudah paham nyawanya tidak berarti banyak bagi kita.
Tidak perlu kamu takut-takuti,” tukas Simon kepada Togu.
Simon beralih kembali kepada Zarah. “Kematianmu cuma
374

