Page 393 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 393
Keping 72
Selengkung senyum muncul di wajah Simon. “Peretas
dengan akal sehat. Kamu langka, Zarah Amala.”
“Halo, Foniks,” Toni menyapa. Bola matanya berkilat, dorongan
keingintahuannya mampu menekan denyut di kepalanya yang
kian mengencang.
Jumlah memori yang diserapnya memang cukup
menimbulkan tanda tanya, tapi Foniks tidak menunjukkan
gelagat membahayakan server, hanya seperti program turunan
yang bolak-balik crash dan menjadi zombie process. Mungkinkah
kamu program dari masa lalu? Toni membatin sambil terus
bekerja, melakukan serangkaian langkah proses rekayasa balik.
Kehadiran Foniks terasa janggal untuk sistem canggih yang
dibuat programmer seandal pembuat Supernova. Namun, hal
terutama yang mengusik Toni justru namanya. “Siapa kamu?”
gumamnya.
Foniks ternyata punya rangkaian komando yang cukup
ekstensif. Berkas biner itu sudah bercokol lama di dalam
arsitektur sistem, Toni menduga bahkan dari sejak awal sistem
Supernova dibuat, sebelum dirinya mulai dilibatkan oleh
Re. Menunggu pasif dengan mekanisme picu waktu yang
sudah disiapkan seperti jam beker, Foniks dijadwalkan untuk
menggeliat bangun pagi buta tadi.
378

