Page 388 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 388
IntelIgensI embun PagI
menyodorkan sekotak tisu kepada Zarah yang langsung
disambut tanpa perlawanan. “Kami dan Infiltran adalah
aktor-aktor profesional. Kami cuma akting jadi manusia.
Kalian tidak. Kalian lahir kembali, mempertaruhkan ingatan
kalian demi penyamaran. Untuk apa? Firas dulu berapi-
api meyakinkan saya bahwa manusia adalah virus perusak
Bumi, dan Bumi tidak bergantung kepada manusia untuk
keberlanjutannya. Ironimu dan ayahmu kadang membuat
saya terpingkal-pingkal. Mati-matian kalian membela Bumi
tanpa tahu bahwa kalian justru datang dari pihak yang ingin
menghancurkan ekuilibrium planet ini, organisme ini.”
Zarah tergugu. Dadanya mulai menyesak. Isak itu akhirnya
menyusul air mata yang sudah lebih dulu hadir. “Kalian bagian
dari peradaban yang memulai semua ini?” tanyanya di sela isak.
“Pendahulu kami yang memulai. Kami penerus yang
tertarik dengan teknologi peninggalan mereka.”
“Bisa kau bayangkan canggihnya ilmu rekayasa macam
itu, he, Zarah?” celetuk Togu diiringi tawa. “Yang manusia-
manusia zaman ini baru coba pakai logam, plastik, macam
anak kecil bikin orang-orangan dari lidi?”
Simon ikut tersenyum. “Melihat kalian bermain dengan
atom, DNA, kecerdasan artifisial, rasanya seperti lihat bayi
yang belajar duduk tegak. Menggemaskan.” Simon mengambil
cangkir berisi tehnya yang sudah dingin. “Bagi kami, manusia
dan Bumi ini adalah artefak. Teknologi eksotis warisan leluhur.
Tapi, gara-gara eksaminasi itulah kami jadi mengetahui efek
373

