Page 395 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 395

Keping 72


             “Program utama Supernova ternyata time-triggered, Mas.
           Begitu terpicu, dia mengekstrak hardcoded data ke disk. Data

           itu dikonversi jadi program baru namanya Foniks,”  Toni
           langsung mencerocos.
             “Ton… Toni….” Re berusaha memotong.
             Toni tidak mengindahkan. “Foniks jadi masalah karena dia
           nggak didesain untuk OS baru, dia jadi zombie process, makanya

           bikin crash dan makan memori. Pas aku coba operasikan dari
           komputer lain, ternyata dia sudah di-set up untuk phoning home
           ke server. Ada file yang sudah disiapkan dan terkirim otomatis
           ke semua subscriber Supernova. Aku baru tahu setelah bongkar
           sekuensnya….”
             “Toni!” sentak Re.
             “Siapa pun yang bikin Supernova pertama kali, ini sudah
           direncanakan, Mas. Dia cuma butuh pemicu.”  Toni baru

           berhenti berbicara ketika akhirnya tersadar, dialah pemicu itu.
           Secara tidak langsung, proses forensiknya yang memancing
           Foniks tereksekusi.
             “Kamu sudah baca?” tanya Re, tegang. Sementara, Reuben
           dan Dimas menatap Toni seolah anak itu baru saja tertimpa

           musibah besar dan mereka datang untuk berbelasungkawa.
             Toni langsung balik badan melihat layar. Kali ini membaca
           dengan cermat. Dengan latar belakang hitam dan kop berisi
           tulisan  SUPERNOVA berwarna  perak, edisi itu  dimulai
           dengan sebuah citra. Bola Bumi terbungkus jejaring cahaya
           menyerupai jaring laba-laba. Di bawahnya, tertera artikel



           380
   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400