Page 430 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 430

IntelIgensI embun PagI








           Alfa duduk berhadapan dengan Kas dikelilingi etalase yang
           memajang aneka bingkai foto. Kakinya tak henti-hentinya
           bergoyang. “Berapa lama tato itu kelar, Pak?”
              “Ya ndak tahu, bukan aku tukang tatonya.”

              “Aku nggak ngerti. Bagaimana mungkin perhitungan kalian
           salah? Bukannya semua ini sudah kita atur sebelumnya?”
              “Dua tahun yang lalu. Derajat akurasi kami mulai menurun.
           Banyak peristiwa yang masih sesuai jalur, tapi bagi kami itu jadi
           lebih mirip keberuntungan ketimbang akurasi perhitungan.
           Infiltran harusnya ndak kenal istilah ‘beruntung’.”
              Goyangan kaki Alfa berhenti. “Ada apa dua tahun yang
           lalu?”

              “Ada Peretas yang membelot. Satu gugus bubar jalan.”
              “Membelot? Maksudnya, berkhianat? Memang bisa Peretas
           berkhianat?”
               “Le, Le. Kamu polos atau pikun, sih? Dua-duanya, ya?” Kas
           mengucek matanya sambil meregangkan badan. “Bagi kami,

           semua aksi di luar rencana artinya membelot. Kalian pikir,
           mentang-mentang kami lebih maju, lebih canggih, kami bisa
           seenaknya? Manusia itu ngomong A, padahal B. Mukanya
           bikin C, padahal di hatinya D. Tujuannya E, tapi mutar-mutar
           dulu  sampai  Z.  Bahasa  itu,  kan,  gunanya  buat  jadi  topeng.
           Manusia belum sanggup transparan. Itulah, efek kelamaan



                                                                 415
   425   426   427   428   429   430   431   432   433   434   435