Page 428 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 428
IntelIgensI embun PagI
Alfa melengos. “Pak Kas pasti sudah tahu. Semua langkah
kami, dari mulai perubahan fisik di rumah suaka, kami
mengungsi ke tempat kosnya Bodhi, sampai kami balik lagi
mencari kalian ke tempat ini. Semuanya sudah diperhitungkan,
ya kan?”
“Kita nyeberang dulu,” ucap Kas dengan nada rendah.
Di antara jajaran ruko tingkat dua yang berimpitan, diapit
toko ngo hiang dan toko baju, menyelip sebuah toko kecil
dengan plang yang disponsori produsen kamera. Terdapat
tulisan dalam huruf kapital berwarna hitam: KRIBO FOTO.
“Asep!” seru Pak Kas kepada seorang pria berambut kribo
yang berdiri bersandar di pintu sambil mengisap rokok. “Tutup
dulu! Aku ada tamu.”
Asep buru-buru mematikan rokoknya. “Baru jam segini,
Pak. Sebentar lagi ada kastamer yang mau ambil hasil apdreuk.”
“Tunggu orangnya di depan sini. Ndak usah dikasih masuk.
Habis itu, kamu boleh pulang. Ketemu besok, ya?” Pak Kas
menjelaskan tanpa memberi ruang kepada Asep untuk
berargumen.
Asep melirik dua tamu yang dibawa oleh Kas. Sementara,
satu bule aneh sudah duluan di dalam dari tadi, mencoba-
coba alat-alat di studio foto mereka. Ia menyelinap sejenak
413

