Page 453 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 453

Keping 77


             “Sejak kapan kita jadi punya misi pribadi?” celetuk Sati,

           terdengar sebal.
             “Kau dengar itu, Simon?” Cengiran Togu melebar.
             “Dan, segala intervensi harus diperhitungkan cermat.
           Alangkah  bahayanya  kalau  dilakukan  sembarangan  oleh

           Penjaga  sembrono,”  sambung  Sati  sambil  mendelik  ke  arah
           Togu.
             “Sejak kapan pekerjaan ini jadi begitu serius?”  Togu
           mendengus. Tongkatnya merentang. Semak di sekitar mereka
           merebah seperti rambut yang dibelah sisir.
             Zarah terperangah. Penerangan di tempat mereka berdiri

           sangat minim, tapi cukup jelas untuk ia melihat bagaimana
           ranting-ranting  kayu di dekatnya melengkung bagai karet.
           Sudut seekstrem itu mustahil terjadi tanpa ranting ikut terpecah
           patah. Namun, yang ia saksikan adalah murni kemustahilan.

             Seiring langkah Togu yang berjalan paling depan, blokade
           vegetasi membuka untuk mereka dalam hitungan detik.
           Curang, rutuk Zarah dalam hati. Dengan cara seperti itu, Togu
           akan tiba di puncak bukit tanpa satu goresan pun di bajunya
           yang perlente.







           Tanpa perlu instruksi dari Bodhi, Alfa langsung

           memberhentikan motornya. Sebuah mobil Mercy terparkir di



           438
   448   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458