Page 456 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 456

IntelIgensI embun PagI

              “Tapi, bukan miliknya,” sergah Sati.
              “Mereka Peretas sedarah, Sati. Benda itu pasti

           berkorespondensi dengan dia. Zarah tidak bisa masuk ke portal
           tanpa ada dorongan energi ekstra, dan pecahan ini cukup untuk
           membawanya masuk.” Kalimat Simon tertahan. Ia menoleh ke
           arah Zarah seperti baru saja mendapat pencerahan. “Muscimol.
           Kamu butuh zat psikoaktif enteogen untuk menggenapkan
           jalan masukmu. Jamur Guru-mu.”
              Tangan Zarah tremor ketika menerima batu itu. Ia bahkan

           hampir tak cukup tenaga untuk menopang kakinya berdiri.
           “Saya tidak tahu caranya… menghancurkan…,” ucapnya
           setengah menggumam.
              “Niat menggerakkan pikiran,” ucap Simon. “Bawa batu itu
           masuk ke portal. Segalanya akan teramplifikasi. Di dalam sana
           kamu bekerja dengan pikiranmu, Zarah. Cukup niatkan saja
           maka kehancuran akan terjadi. Tapi, pertama, buka dulu portal
           itu. Bebaskan ayahmu.”
              Tertatih, Zarah melanjutkan akhir pendakiannya dengan

           bertanya-tanya.  Kenapa  mereka  tidak  naik?  Apa  yang  harus
           kulakukan nanti?






           Jalan pematang itu akan segera berakhir. Di hadapan mereka
           hanya terlihat julangan pohon-pohon besar yang tampak bagai

           bayang-bayang hitam.



                                                                 441
   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460   461