Page 458 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 458

IntelIgensI embun PagI

           pertunjukan di kotak televisi. Ia ingat peristiwa itu. Seorang
           badut berambut hijau mendekatinya di sebuah taman bermain

           dan Toni yakin ia akan diculik dan dibawa pergi. Ingatannya
           dari dua puluhan tahun silam.
              Di kubus lainnya, Toni melihat peristiwa yang berbeda.
           Ibunya sakit kepala dan meminta Toni untuk menumpangkan
           tangan  di  keningnya.  Hanya  sentuhan  Toni  yang  bisa

           menenangkannya, ibunya selalu bilang.  Toni menyadari, ia
           berhadapan dengan kotak-kotak peristiwa.
              Toni menengok ke  atas.  Tampak langit putih polos
           berpendar lembut. Ia lalu melihat ke bawah.  Ternyata, ia
           tidak menapak. Ia melayang. Demikian pula kubus-kubus itu.
           Mereka semua melayang tanpa garis horizon.
              Sekeping informasi muncul entah dari mana. Kini, Toni
           tahu bahwa kubus-kubus itu telah runtuh dan berserak akibat

           perbuatannya. Ia yang bertanggung jawab atas kehancuran ini.
              Informasi demi informasi menghantamnya. Seharusnya ia
           tidak sendiri di sini. Ada lima orang lain lagi yang mestinya
           bersama-sama dengannya. Namun, dirinya adalah satu-
           satunya yang tersisa.

              Kengerian itu semakin menggigit. Toni mulai merasakan
           dadanya sesak. Sulit bernapas. Sulit bergerak. Ia tidak tahan
           lagi. Ia harus keluar dari sana secepatnya.
              Kelopak matanya membuka. Mendapatkan tembok polos
           yang sebagian diterangi cahaya lampu meja yang tadi dibiarkan
           menyala. Tubuhnya meringkuk kaku di kamar yang ia kenal.



                                                                 443
   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462   463