Page 457 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 457

Keping 77


             “Bod,  aku  besar  di pegunungan. Kita  nggak  bisa

           sembarangan masuk ke tempat kayak begini.  Tanpa tahu
           jalur setapak, kita bisa nyasar nggak keruan. Bikin setapak?
           Kita butuh alat. Mungkin kita harus balik dulu, cari alat apa,
           kek....” Alfa nyaris menubruk Bodhi yang berhenti mendadak.

             “Nggak butuh alat apa-apa,” kata Bodhi pelan.  “Sudah
           kebuka.”
             “Demi batu mistis,” bisik Alfa. Bulu kuduknya meremang.
             Di ujung jalan pematang, belukar membelah seperti digilas
           roda buldozer. Siraman rembulan tak terhalangi. Setapak itu
           terlihat jelas, mengular hingga ke puncak.







           Kubus-kubus bergelimpangan di sekitarnya seperti serakan

           balok mainan yang runtuh dan lupa dibereskan.  Timbul
           keinginan untuk memperbaiki kehancuran itu, tapi  Toni
           tidak tahu bagaimana caranya. Kubus-kubus itu jauh lebih
           besar  dibandingkan  badannya  dan  ia  hanya  sendirian. Toni
           mendatangi salah satu tumpukan. Kubus itu tampak hidup.

           Ada sesuatu yang bergerak di dalamnya, berwarna-warni,
           bercahaya.
              Ia terkesiap. Kubus itu ternyata terdiri atas kumpulan
           kubus kecil yang menyusun ke dalam. Hiperkubus. Di salah
           satu bagian yang kecil, Toni melihat dirinya sendiri, seperti




           442
   452   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462