Page 487 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 487
Keping 80
permukaan kulitnya dengan cepat. Zarah tak sempat lagi
bereaksi. Telinganya keburu tertusuk suara dengung yang
vibrasinya terasa di sekujur tubuh. Ia tahu, dalam kondisi
perutnya yang kosong dan denyut jantungnya yang terpacu
adrenalin, zat aktif psilosibin terpecah semakin cepat untuk
menghasikan psilosin yang memperluas rentang persepsinya,
termasuk memungkinkannya berhalusinasi. Namun, ia tidak
menyangka efeknya akan secepat dan senyata itu.
Pemandangan di sekitarnya mulai berubah. Seperti
diafragma kamera yang melebar dan menangkap cahaya lebih
banyak, malam tidak lagi gelap di mata Zarah. Ia melihat
langit yang membiru seperti langit petang, hutan yang
bernapas, tanah yang bergumam dan bergelombang. Zarah
menggoyangkan kepala. Efek itu terlalu kuat dan terlalu cepat.
Pegangannya terhadap realitas mulai menggelincir lepas.
Batu itu, pikirnya. Satu lagi elemen dari kombinasi kunci
selain dirinya dan enteogen yang tepat.
Di atas tanah, batu pemberian Simon bergetar. Dengan
kecepatan tinggi batu itu memelesat ke lapangan kosong di
depannya. Tubuh Zarah ikut bergetar.
Di tengah puncak Bukit Jambul, Zarah melihat kumparan
cahaya tipis, mengambang dari tanah. Semakin membesar dan
melebar bagai mata kucing raksasa. Jauh lebih besar daripada
yang ia lihat kali pertama bertahun-tahun lalu. Badan Zarah
seketika ambruk menempel pada tanah, bergeser tak berdaya
472

