Page 482 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 482
IntelIgensI embun PagI
“Kalian tahu kunci untuk bisa melalui ini semua?” Liong
berkata sambil melirik spion, tatapannya menemukan Elektra
yang langsung menunduk malu seperti murid ketahuan
menyontek. “Belajar dari semut.”
Jawaban Liong sama sekali tidak diduga dan akhirnya
menggerakkan Elektra untuk bersuara. “Kenapa semut? Bukan
kambing?”
“Kalian injak satu semut, kalian pikir semut yang lain
bakal berhenti untuk berduka gara-gara mereka bersaudara?
Mereka akan terus bekerja sampai misi mereka selesai. Fokus
pada tugas kalian sebagai Peretas, bukan drama kalian sebagai
manusia. Drama adalah komplikasi. Drama membuat kalian
egois, berpikir kepentingan pribadi kalianlah yang paling
penting. Sebagai Peretas, kalian adalah koloni. Bergerak untuk
satu misi.”
“Gampang buatmu ngomong. Kamu nggak pernah tahu
rasanya. Kamu bukan manusia,” sahut Toni.
“Sebagian dari unsurmu adalah Infiltran. Ingat itu,” kata
Liong tegas. “Aku hidup dengan manusia lebih lama daripada
yang bisa kamu bayangkan. Observasiku jauh lebih valid dan
kesimpulanku sampai detik ini tetap sama. Kemajuan manusia
terus terjegal karena individualitas mereka. Peretas punya
akses untuk melampaui ilusi itu. Manfaatkan.”
Nasihat Liong tidak membuat Toni merasa terhibur.
Sebaliknya, ia merasa lebih depresi dibandingkan sebelumnya.
Bayang-bayang wajah rekan-rekan gugusnya datang silih
467

