Page 483 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 483
Keping 79
berganti sejak tadi. Perempuan berkode Putri. Pria berkode
Murai. Perempuan berkode Bintang Jatuh yang kini ia tahu
adalah Diva. Kesatria yang tak lain adalah Re. Dan, Peretas
berkode Bulan yang bukan saja ia kenali baik, melainkan juga
berbagi darah dengannya.
“Yang lain. Di luar yang aku kenal. Mereka di mana
sekarang?” tanya Toni.
“Putri masih ada. Dia komplementer dari Kesatria dan
sudah menjalankan tugasnya sebatas yang disepakati. Sekuens
awal mereka adalah yang dibutuhkan Bintang Jatuh untuk
memicu Kesatria meneruskan Supernova.”
“Murai?”
“Nasib dia paling fatal. Dalam definisi manusiawi, dia
mati.”
Baik konten informasi maupun cara Liong
menyampaikannya membuat Toni terperenyak. Air muka
Liong tidak menunjukkan gejolak dan tangannya tetap
gesit mengendalikan setir dari tikungan ke tikungan dengan
kecepatan tinggi.
“Kalau kami mati hari ini, mukamu bakal kayak gitu?”
Liong melirik. “Kayak apa?”
“Kayak kampret.”
Di jok belakang, Elektra mengikuti percakapan mereka
berdua sampai jemarinya tak sadar terus memilin-milin ujung
blus. Kontradiktif dengan nasihatnya sendiri, Liong bersama
468

