Page 491 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 491

Keping 80


           putih yang juga ikut membentuk garis lurus. Menuju pusat
           yang sama.
             “Tubrukan… ledakan,” kata Bodhi terbata. Pada saat yang

           sama, Alfa mengucapkan kata-kata yang identik.
             “Aku di sini. Kabut.” Kalimat itu meluncur dari mulut
           Bodhi dan Alfa. Namun, kalimat itu tidak berasal dari mereka
           berdua. Peretas lain. Ada di sekitar sana.
             Bodhi dan Alfa ambruk telentang ke tanah. Punggung
           mereka terus bergeser, ditarik naik oleh daya isap yang berasal
           dari puncak bukit.







           Membentuk celah seperti mata kucing, garis cahaya itu kian
           memanjang dan daya isapnya menguat. Mulutnya baru saja
           mengucapkan kata-kata di luar dari kendali. Kini Zarah tahu
           dari mana kata-kata itu berasal. Ada Peretas lain di sekitarnya.
             Zarah berusaha mencengkeram tanah. Perlawanannya sia-
           sia dan menyakitkan. Butiran tanah beterbangan menampar
           wajahnya. Ia bergeser semakin cepat. “Aku Partikel,” geram
           Zarah.
             Sesuatu mencengkeram kedua kaki Zarah. Zarah menoleh
           dan  mendapatkan  Gio  di  belakangnya.  Tarikan  Gio  tidak

           menahan lajunya. Mereka berdua kini terisap ke pusat.
           Sebentar lagi, tubrukan akan terjadi.
             Segalanya berubah putih menyilaukan. Hal terakhir yang
           dilihat Zarah adalah siluet seseorang melayang di tengah-


           476
   486   487   488   489   490   491   492   493   494   495   496