Page 489 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 489
Keping 80
Mendadak, Liong membanting setir dan mengerem sekaligus.
Toni dan Elektra terbanting keras ke depan.
“Liong!” sentak Toni. Namun, segala sumpah serapah
tertelan begitu ia melihat apa yang terjadi di jok sebelahnya.
Liong, menipis bagai sosok hologram, menoleh ke arah
Toni. “Kalau sampai aku tidak kembali, temukan mereka.”
Sekejap kemudian, jok itu kosong.
Toni menganga. Sementara Elektra memekik dari jok
belakang.
Bersila dengan rapi, Kell dan Kas menghadap kumpulan batu
di tengah ruangan, menatap lapisan batu yang terus menipis,
menampilkan apa yang tersimpan di dalamnya: lalu lintas
cahaya acak yang berkonvergensi, membentuk jaring rapat
hingga menyerupai bola, berputar dan berkelip secara terus-
menerus.
Di ruang kosong antara keduanya, menyeruak sosok ketiga.
Liong.
“Foniks berhasil bangun? Petir kembali tersambung?” tanya
Kell langsung.
474

