Page 485 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 485

KEPING 80




                  Transaksi Bukit Jambul












                   aki Zarah mulai memijaki biji-biji tengkawang dan
                   palem. Lapisan pohon-pohon terakhir sebelum
          Kpuncak bukit sebagaimana yang ia ingat dulu.

             Tubuhnya bahkan sudah mengirim pertanda yang lebih
           jelas. Zarah hafal benar sensasi itu. Energinya seperti diisap.
           Lutut yang melemas, napas yang semakin pendek. Di tepian
           rumput yang melingkari hamparan puncak Bukit Jambul,
           Zarah jatuh berlutut.
             Pandangannya mulai mengabur, tapi Zarah masih

           sempat menangkap kehadiran rumpun  Amanita muscaria.
           Bersebelahan dengan rumpun Psilocybe. Keduanya ada dalam
           jangkauan bagai dua opsi yang menanti untuk dipilih.
             Denyutan di kepalanya mengirimkan arus informasi yang
           mengalir entah dari mana. Ketika Firas bicara soal  “Jamur
           Guru”, Firas bukan membicarakan jenis yang spesifik,
   480   481   482   483   484   485   486   487   488   489   490